Aku Orang “Basah”

4 Desember 2009

Sejak di bangku sekolah dasar aku sudah merasakan tangan dan kakiku berkeringat berlebihan di saat-saat tertentu. Jika tidak sedang berkeringat telapak tangan dan kakiku sangat kering sekali, sehingga aku berusaha membasahi telapak tangan dan kaki, baik dengan air maupun ludah. Beruntung saat sekolah ku berada di kampung, jadi seusai sekolah aku selalu bermain di sawah yang penuh lumpur. Aku mengenakan alas kaki hanya kalau sekolah, atau bepergian ke kota. Waktu itu aku belum tahu kalau ini sejenis penyakit. Saat menulis, lembaran kertas dibawah telapakku selalu basah. Kalau sudah sangat basah, terpaksa aku menunggu sampai kering dulu, supaya bisa ditulisi lagi, mengingat saat SD belajar menulis menggunakan pensil. Aku dikenal sebagai tangan kelomoh.

Memasuki usia remaja, aku menghabiskan 6 tahunku di pondok. Dari sekitar 3.000 santri, mungkin hanya aku yang memiliki keringat berlebihan di telapak tangan dan kaki. Aku pernah mencoba memeriksakan -mumpung periksa gratis bagi santri- keluhan yang aku alami ini ke dokter spesialis kulit,  hasilnya, dokter Haryono memberi resep, supaya aku sering menggunakan bedak. Namun aku tidak membeli bedak yang disarankan oleh dokter. Karena berdasarkan pengalamanku, jika tangan basah hanya karena air dan diberi bedak mungkin bisa langsung kering. Tapi keringat yang keluar dari telapak tangan-kakiku saat-saat tertentu banyak dan terus-menerus, terkadang sampai netes, jika diberi bedak berapa banyak bedak yang aku habiskan? Dan seberapa putih telapak tangan-kakiku oleh bedak?  Maka aku putuskan untuk tidak menggunakan bedak, karena justru akan menambah masalah.

Lebih parah lagi saat kuliah, mengharuskan aku menggunakan sepatu dan kaos kaki -hal yang paling aku benci sedunia- karena akan menyebabkan berkumpulnya keringat di kaos kaki sehingga kaos kaki yang aku gunakan halam satu hari sama baunya dengan kaos kaki yang digunakan “orang kering” selama sebulan. Beruntung saat ada beberapa matakuliah yang tidak megharuskan aku menggunakan sepatu, sehingga aku bisa apakai sandal. Bahkan jepit. Supaya bisa aku cuci setiap ketemu air.

Saat kuliah aku hanya punya sepasang sepatu dan kaos kaki 3=Rp. 10.000,- punya 6 pasang, bisa dibayangkan baunya. Bisa bikin orang pingsan jika mendekatiku hehe.

Selepas kuliah, aku sudah punya mindset bahwa aku harus mencari kerja yang fleksibel, boleh pakai sandal, kalau perlu nyeker, tidak memakai alas kaki. Akhirnya aku memutuskan untuk berwiraswasta.

Hiperhidrosis

Selama ini aku tidak pernah mencari apa nama penyakit yang aku derita ini, sampai minggu alalu saat aku melihat tayangan di The Oprah Winfrey’s Show, menghadirkan tamu yang memiliki keringat berlebihan pada telapak tangan dan kaki. Drs Oz menyebutnya, hiperhidrosis. Hiperhidrosis atau keringat  berlebihan adalah suatu penyakit yang ditandai dengan keringat yang berlebihan. Keringat tersebut, menurut dia, akan muncul di :

  1. tangan (hiperhidrosis palmaris)
  2. ketiak (hiperhidrosis aksilaris)
  3. kaki (hiperhidrosis plantaris)

Penyakit ini dialami 20% orang Asia. Solusi yang dia tawarkan adalah menggunakan bedak. -ternyata dr. Oz sama dr. Haryono solusinya sama-. Namun untuk keringat di ketiak bisa dilakukan operasi pengangkatan kelenjar keringat di ketiak.

Medicastore.com menawarkan solusi sebagai beriku :

  1. Keringat yang berlebihan pada telapak tangan, telapak kaki atau ketiak dapat dikurangi dengan larutan alumunium klorida. Pada malam hari sebelum tidur, daerah yang terkena dikeringkan terlebih dahulu lalu diolesi dengan larutan aluminium klorida dan ditutup dengan plastik tipis. Keesokan harinya plastik dilepas dan daerah yang terkena dicuci.
  2. Bisa juga digunakan larutan metenamin.
  3. Antiperspiran yang dijual bebas juga bisa mengurangi keringat yang berlebihan. Antiperspiran bekerja dengan cara menghambat saluran keringat dengan garam aluminium sehingga keringat yang sampai ke permukaan kulit jumlahnya berkurang.
  4. Jika hiperhidrosis tidak dapat diatasi dengan obat yang dijual bebas, biasanya akan diberikan resep drisol.

Waktu munculnya keringat

Keringat di telapak tangan-kakiku biasanya muncul saat :

  1. Suasana tegang: saat ujian tulis maupun lisan, saat menunggu keputusan, saat dikejar deadline, saat di ketinggian, saat nonton film action yang penuh adegan menegangkan, misalnya: cliffhanger, vertical limit, dll, sampai keringat menetes, dan bau.
  2. Kurang istrirahat, saat harus kerja lembur biasanya pagi hari akan keluar keringat.

Solusiku berdasarkan pengalaman

  1. Saat menulis, gunakan dibawah telapak tangan, alas yang tidak tembus air, misalnya cover buku yang di laminating baik UV maupun doff.
  2. Sisihkan sebagian uang untuk membeli sapu tangan dan kaos kaki sebanyak mungkin jika anda terpaksa bekerja di kantor yang mengharuskan menggunakan sepatu tiap hari. Berdasarkan pengalamanku, jika aku menggunakan kaos kaki pagi hari, saat istirahat-sholat-makan (ishoma) siang hari harus langsung diganti, begitu juga saat setelah sholat ashar.  Jadi, minimal 3 pasang kaos kaki aku habiskan dalam 1 hari. Basah tur bau.
  3. Gunakan sepatu yang bisa dicuci 3 hari sekali. Jika terpaksa menggunakan sepatu pantofel, untuk menghindari bau, pilihlah sepatu yang bagian dalamnya seperti bagian luar,  mengkilap, kemudian lap lah dengan kain lembab yang sudah dicelup detergen, lalu jemur, gantilah sepatu 2 hari sekali.
  4. Gunakan sandal yang bisa dicuci setiap saat, misal jepit. Jika menggunakan sandal gunung, aku biasanya mencuci dengan terlebih dulu direndam detergen, 2 hari sekali. Jika terpaksa menggunakan  sandal dari bahan kulit sintetis, apalagi kulit asli, untuk menghindari bau, pilihlah sandal yang bagian dalamnya seperti bagian luar,  mengkilap, kemudian lap lah dengan kain lembab yang sudah dicelup detergen, lalu jemur, gantilah sepatu 2 hari sekali.
  5. Jika terpaksa bertandang ke rumah teman/saudara, jangan sekali-kali menggunakan sepatu, karena dijamin bau. Terutama saat “basah”. Pakailah sandal yang betul-betul kering dan sudah dicuci. Jika ada kran air di depan rumahnya, jangan malu-malu untuk minta izin mencuci kaki dulu sebelum masuk ke rumahnya. Kemudian keringkan dengan keset, sehingga saat masuk ke rumahnya kondisi kaki betul-betul kering.  Usahakan jangan terlalu banyak duduk diam, karena keringat akan bermunculan, dan berkumpul di bawah telapak kaki, yang jika lantai tidak betul-betul bersih maka akan terlihat kotor dan bau.
  6. Saat di rumah, sediakan minimal 3 lap pel lembab yang bergagang, yang setiap saat bisa digunakan untuk mengepel bekas jejak kaki yang basah dan bau. Pada saat-saat tertentu baunya sangat menyengat.
  7. Banyak istirahat, karena bisa mengurangi munculnya keringat di tangan dan kaki.

Orang basah. Bahkan saat mengetik inipun aku basah.

Semoga bermanfaat.


Siapa Mau Jadi Downline ku?

19 Mei 2009

“Mas Anda mau ga jadi downline ku?”
“Maaf pa, saya ga ikut MLM” kataku.
Downline yang ia maksud ternyata Puasa Nabi Daud. Sehari puasa sehari tidak. Kalau aku menerima ajakannya berarti aku jadi downline nya gitu.
“Maaf pa untuk saat ini baru taraf Senin-Kamis, Insya Allah, akan Daud seperti Bapak” jawabku.
Aku jadi downline kawanku ini baru 3 tahun, tapi sampai hari ini aku belum dapat downline he he.
Padahal aku sudah memasarkannya lewat MLM = Mulut Lewat Mulut.


Titik Koordinat

19 Mei 2009

Ada yang membawa TauQoly ( www.tauqoly.com ) ke beberapa daerah yang belum ada dalam Daftar Kota TauQoly. Aku coba buka di google.
Ternyata mudah sekali. Titik koordinat untuk daerah Rejang Lebong, Bengkulu Utara dan Selatan akhirnya langsung aku dapatkan. Aku coba buka http://maps.google.com/ trus aku masukkan nama daerah, langsung muncul direction nya.
Ini hasil kerjasama Digital Globe yang sudah duluan memberikan layanan peta dunia virtual, dengan Google. Apalagi setelah satelit yang baru diluncurkan, Worldview I, makin tajam aja. Katanya sih bisa sampai ketinggian 3 meter, weleh-weleh.
Bisa jadi semakin maju teknologi satelit, kita bisa saling mengetahui apa yang dilakukan seseorang di belahan bumi manapun seolah-olah kita melihat mereka persis di bawah kita.
Wahuwa ma’akum ainama kuntum.
“Dan Dia bersama kalian dimanapun kalian berada”.
Wallahu a’lam.


Kelinci Mabok Darat

20 April 2009

Pagi tadi aku naik bis tujuan kampung rambutan. Dapat yang AC tapi karena udah penuh, cukup berdiri saja. Biar ga bosan selama perjalanan aku habiskan Rider’s Digest yang tadi baru separo aku baca.
Aku loncat begitu pintu bis sudah di buka. Di belakang deretan bis luar kota ada sedikit kerumunan yang mendorongku untuk menghampirinya. Ada apa sih?
Kulihat seorang pedagang yang lagi mengeluarkan beberapa ekor kelinci -sebagian jenis impor- dari keranjangnya dalam beberapa kondisi, mati, tersengal-sengal, dan hidup.
“Satu ekornya bisa 500.000″ katanya ketika ditanya harga per ekornya.
Iseng-iseng ku hitung ada 20 ekor dalam kondisi tersengal-sengal dan mati dalam 2 keranjang. Dalam 2 keranjang lainnya masih tersisa 10an yang masih hidup.
“Bapak lihat sendiri kan keranjang ini dikeluarkan dari bagasi, padahal saya udah pesan taruh di atas (bersama penumpang)” tambahnya lagi.
Aku berlalu sambil berfikir.
Ah seandainya benar-benar di taruh di atas (bersama penumpang) mungkin ga ada yang mati, tapi kira-kira bau ga ya?
Aku ga tahu handling kelinci -terutama yang impor- dalam pengiriman jarak jauh. Tapi kalau aku jadi pedagang tadi mungkin aku akan datang langsung ke peternaknya, beli dan menenteng sendiri 4 keranjang tersebut. Aku akan cari bis ekonomi yang relatif toleran terhadap bau. Soalnya banyak yang keringetnya, kentutnya, bajunya, lebih bau dibandingkan kentut kelinci he he he..


K800i

18 April 2009

Aku pengguna Sony Ericsson K800i, fiture yang paling aku suka adalah kemampuannya mengabadikan moment.
Dengan 72 pixel dan ukuran 2048 x 1536, cukup bagus kalau di cetak dalam ukuran 10R.
Foto yang aku ambil langsung bisa aku kirim ke blog yang udah disediakan pabrikan. Memperkecil resiko kehilangan dengan menyimpan langsung file di blog.
Kalau masih di memory kadang secara ga sengaja terhapus. Aku pernah mengalami kejadian ini setelah mengabadikan moment bersama keluarga kecilku di Kebun Raya Cibodas.
Saat memindahkan dari memory ke HDD, kehapus. Waduuh ojaaaannn.
Sejak saat itu aku langsung kirim moment penting ke blog.
Moment yang aku abadikan bisa dilihat di www.zooski958.blogspot.com


Kedip di R230 Hilang!

18 April 2009

Begitu dapat software ini sscserve.exe aku langsung install. Aku ikuti langkah-langkah sbb :
>> Installed Printers aku ubah dengan EPSON Stylus Photo R230 Series
>> Printer Model aku isi EPSON Stylus Photo R220/230
>> Close Windows
>> Klik kanan pada icon printer (SSC Service Utility)
>> Pilih Protection Counter
>> Pilih Reset Protection Counter
>> Have You Replaced Waste Ink Pad, Pilih Yes
>> Waste Counter Resetted, pilih OK
>> Matikan Printer dan nyalakan lagi.
>> Blinking akan hilang.

Beberapa saat kemudian koq muncul blinking lagi. Waduuh ojaan kenapa nih?
Akhirnya aku jalankan lagi langkah tsb beberapa kali.
Trus aku coba Head Cleaning dan Nozzle Check beberapa kali.
E..indikator power malah berkedip. Aku coba bersihkan tinta di bawah cartridge.
Aku coba buat print foto, dan bisa!


TauQoly

17 April 2009

TauQoly kira2 jadwal sholat digital yang ditampilkan dengan seven segmen. Aku sangat terbantu sekali dengan alat ini. Terutama untuk waktu sholat harian.
Alat ini selain menampilkan jadwal sholat untuk daerah yang kita pilih -berlaku di seluruh dunia- juga dapat mengumandangkan adzan. Wow keren ya.
Kira-kira gambarnya seperti ini

tauqoly


R230 Macet

17 April 2009

Saat aku ngeprint tiba-tiba paper jump. Weleh-weleh. Aku coba pencet tombol resume, kertas tetap ga mau keluar. Akhirnya dengan jurus andalan, tarik kertas perlahan sampai keluar.
Tapi timbul masalah lagi, dua tombol sebelah kiri bergantian nyala. Waduuh. Apa ya?
Tinta yang Light Cyan habis, wakakakak.
Seminggu kemudian aku beli tinta komplit di harco. Rp. 25.000/botol. Sampai rumah langsung aku isi penuh semua, berharap printer kembali normal.
Tapi, tetep sama. Pusiiing.
Apa ya kira kira. R230 ku sampai sekarang belum bisa digunakan. Cape deh.


NTLDR

11 September 2008

Sudah cukup lama aku menggunakan Win XP di PC ku. Tiba-tiba pada suatu hari saat booting terdapat kalimat “NTLDR is Missing”. Aku coba reboot berulang kali hasilnya sama, ga mau masuk windows. Pusing aku. Aku coba tanya ke beberapa teman dan jawabannya berbeda beda. Akhirnya aku coba tanya ke guruku pak google. Ternyata banyak kasus serupa yang aku alami. Solusinya :

> Masukkan CD Win XP.

> Restart

> Tekan ‘del’ untuk masuk ke BIOS

> Ubah 1st boot dengan CD.

> Save & Exit

> Saat booting akan muncul ‘Press Anykey …’ (buru2 klik anykey supaya booting bisa berlanjut,

jika telat proses booting akan terhenti)

> Klik ‘R’ untuk masuk ke DOS dan memperbaiki windows yang rusak.

> Setelah masuk DOS, ikuti perintah yang ada yaitu ketik angka ‘1’.

> Jika minta password, tekan ‘enter’ saja

> Maka akan muncul c:\windows

> Ketik e:

> Ketik perintah ini : copy e:\i386\ntldr c:\

> Kemudian ketik : copy e:\i386\ntdetect.com c:\

> Ketik ‘exit’

> Tunggu beberapa saat proses booting akan berhasil.

(Jangan lupa keluarkan CD dan masul ke BIOS untuk mengganti 1st dengan Harddisk)

Semoga bermanfaat.

Selamat mencoba!


Memori hilang

11 September 2008

Aku baru beli PC dari temen AMD Duron 649 MHz, RAM 128 Mb (mungkin setara dengan Pentium 3 kali?). Melihat kinerjanya yang agak LOLA (loading lama) aku putuskan untuk menambah memori yang aku dapatkan di Harco lantai dasar (khusus jualan memori dan harddisk, murah-murah lho, hehe promosi).

Aku coba pasangkan memori 128 Mb 2 buah, 256 Mb 1 buah. Tapi koq ga terdeteksi ya? Aku coba pasang ulang tapi hasilnya sama. Aku Tanya ke beberapa teman katanya coba dihapus pake penghapus dibagian kaki-kakinya. Aku coba berulangkali dan akhirnya berhasil.

Akhirnya wuzz wuzz wuzz lumayan lah lebih ngebut dikit he2


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.